Sabtu, 30 Januari 2016

Yogyakarta kota Istimewa

           "Yogyakarta kota istimewa", kalimat ini tampaknya memang pantas disematkan untuk Yogya. Siapapun yang pernah kesana pasti ingin kembali dan merasakan suasana istimewa yang hanya akan dirasakan di Yogyakarta. Dalam blog ini saya ingin membagi kisah perjalanan saya dari Surabaya menuju Yogyakarta.

Sunday, 1 of May 2015

Perjalanan dimulai dari dari Stasiun Gubeng kota Surabaya. Kereta berangkat dari Surabaya pukul 08:55 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam akhirnya sampailah di Stasiun Tugu Yogyakarta tepat pukul 14:55 WIB. Setiba disana kami disambut dengan hujan, mungkin ini pertanda selamat datang bagi kami..hehe  

Setelah menunggu sekitar 15 menit, hujan mulai reda dan gerimis di kota ini semakin membuat suasana nyaman dan tak terlupakan. Kami naik becak menuju penginapan, namun sebelum itu kami mengisi perut yang mulai lapar sore itu.
Becak : Rp. 35.000/4 orang
Pertama di Yogya, kami menapaki sekitar Malioboro, kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi SOP Ayam Pak Min.. hemm enaak banget.. Kuahnya terasa pas dan daging ayam kampungnya super lezaat.
Biaya makan sop + teh hangat : Rp. 15.000

Setelah selesai menikmati sop ayam, kami menapaki jalan Malioboro, Jalan kaki sekitar 5 menit, suasanya tenang, walaupun ramai wisatawan, namun kota Yogya memang terasa berbeda dengan kota lainnya. Kita seolah kembali kemasa sejarah dengan budaya Jawa yang kental dan ditemani udara yang dingin sehabis hujan. Benar-benar mampu membuang penat selama perkuliahan. Jalan mulai kami telusuri, dan tiba di penginapan yang telah kami pesan sebelumnya, Penginapan khusus Backpacers.
Penginapan yang tergolong mewah juga, dengan kamar yang nyaman, kamar mandi yang bersih, suasana tenang, namun siapa sangka biayanya lumayan murah.
Penginapan : Rp. 75.000 sehari.
Namum kita bisa mencari yang lebih murah di sekitar Malioboro, tersedia juga penginapan dengan biaya Rp. 50.000 perhari.

Malam hari perjalanan dimulai. Kami menuju resort Pendopo Yogya.
Malam itu banyak wisatawan baik lokal maupun asing yang sedang menikmati makan malam di resort ini, suasana tenang, dengan music gamelan , asesoris Jawa menghiasi ruangan, meja kayu, patung Jawa membuat suasanan memang berbeda. Malam itu ditemani secangkir Wedang Sereh membuat badan terasa hangat. Menu makan malam kali ini adalah nasi kucing. Awalnya agak aneh dengan namanya, namun ternyata setelah mencoba waah enak bangeet. Nasi kucing sebenarnya adalah nasi dengan porsi sedikit, biasanya kita jumpai di angkriangan Yogya. Namun lauk yang tersedia sangat bervariasi. Malam itu saya mencoba nasi, dengan sate hati satu, sate ayam 2, dan sayur melinjo. (Makan  : Rp. 18.000 dan Minum : Rp. 4.000) harga sesuai menu yang dipilih.

Sepulang makam malam, kami melintasi alun-alun kota Yogya dan keliling daerah sekitar Keraton. Alun-alun rame dengan pengunjung, di sana banyak mobil2 gocar alias "mobil dayung berlampu". Yah ini bukan mobil beneran, karena kalian bisa menaikinya dan harus mendayungnya agar mobil ini bisa jalan. Yah cukup menyenangkan jika mencobanya, apalagi dengan keluarga atau teman-teman pastinya.

Saturday, 2 of May

Hari ini kami berencana mengunjungi wisata candi. Ternyata Candi di Yogyakarta tidak hanya Prambanan dan Borobudur seperti yang kita ketahui, banyak sekali ternyata candi-candi lainnya di Yogya. Setelah selesai sarapan di penginapan, kami bergegas menuju rute wisata hari ini dengan mengendarai motor. Kita bisa menyewa motor selama di Yogya. Sehingga kita bisa bebas mengelilingi seluruh daerah Yogya.
Biaya sewa motor :Rp. 110.000

Perjalanan dimulai pagi ini melintasi kota Yogya, memang benar kota ini tertib, nyaman dan tradisional banget. Yogya memang istimewa. Kami melintasi Tugu Yogya dan jalan-jalan lainnya. rute pertama yaitu Candi Sambisari.

Perjalanan menuju kesana sangat nyaman, melintasi beberapa pedesaan dengan sawah membentang di sepanjang kanan dan kiri jalan. Ditemani udara yang sejuk kami tiba di candi itu. Candi ini tidak terlalu besar, dan letaknya di bawah. Sehingga kita harus turun tangga.

Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.



Rute ke-2 yaitu Candi Kalasan. 
Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah candi yang dikategorikan sebagai candi umatBuddha terdapat di desa Kalasan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta, Indonesia. Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo serta sekitar 2 km daricandi Prambanan.


Setelah itu , saatnya menuju candi yang ke-3 yaitu Candi Ijo..hahaha…
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram..
N
ah yang bikin lebih seru dan menantang yaitu lokasi candi Ijo yang ada di puncak. Sehingga kami harus berani menyusuri jalanannnya, cukup asik dan menantang. Sampai disana kita akan melihat betapa indah ciptaan Tuhan ini. Kita bisa melihat seluruh kota Yogya dari atas sini. Katanya kita juga bisa melihat pesawat terbang atau mendarat, karena memang terlihat bandara Adisutjipto dari sini. Sungguh mata ini telah terpuaskan dengan keindahan candi dan alam Yogyakarta.

Nah rute yang terakhir masih candi juga.. haha.. namanya Candi Plaosan. Disini candinya juga tidak kalah bagusnya. Banyak orang yang melakukan sesi foto prawedding disinit.

Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan,Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha.
Luar biasa, pemerintah Yogya memang peduli dan masih merawat dan melestarikan peninggalan kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa disana sebagai peninggalan sejarah.
Tak terasa hari semakin sore, wisata candi hari ini berakhir di candi Plaosan yang begitu indah. 




Setiba di penginapan, kami berencana mencari penginapan yang lebih murah, walau sebenarnya sudah nyaman disini, namun yang namanya backpacers tak lengkap kalo tidak mencari yang lebih murah. Hehe
Ingat jangan sampai melebihi batas waktu cek in, karena bisa kena denda.
Denda telat chek out : Rp. 54.000

Tapi jangan khawatir, tidak susah mencari penginapan di Yogya apalagi di sekitar Malioboro. Banyak sekali hotel mulai dari yang termurah sampai bertaraf internasional. Akhirnya kami dapat penginapan dengan tarif Rp. 50.000/malam.

Untuk mengisi makan malam Raminten restoran sangat recomended. Suasana Jawa benar-benar terasa kental disini, semua pegawainya memakai baju adat Jawa.

Rute selanjutnya yang tidak boleh terlewatkan adalah Taman Sari
Foto ini diambil di kamar Sultan Hamengku Buwono , yang konon di kamar ini Sultan sering bertemu dengan Ratu pantai Selatan.


Kolam di atas, dahulu digunakan oleh para selir dari Sultan Hamengku Buwono untuk mandi.

Sekitar 15 menit dari Malioboro, kami sampai di wisata Taman Sari. Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.

Biaya masuk masing-masing orang Rp. 5000,- . Disana bakal ada bapak-bapak yang akan menjelaskan sejarah dari Taman Sari, atau bisa dibilang guide-nya. Di Taman sari tidak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan Asing yang penasaran dengan Taman Sari ini. Setelah puas berkeliling kita akan diajak ke perkampungan yang telah dikembangkan menjadi tempat yang sangat welcome bagi wisatawan. Penduduknya kebanyakan berusaha menbuat kerajinan seperti kaos, lukisan dan batik Yogya. Keren banget ... :D

Setelah selesai kami memberi sedikit uang untuk bapak yang telah menuntun perjalan selama di Taman Sari. Seiklasnya saja, kami memberikan Rp. 25.000.

Rute terakhir kami selama 3 hari di Yogya adalah Pantai Parangteritis. Berharap bisa ketemu dengan Ratu Pantai Selatan yang katanya luar biasa cantik. Walau sebenarnya takut juga..hehe

O iya kalau ingin ke Pantai Parangtritis jangan pakai baju Hijau. Itu sudah menjadi peraturan umum disana. Perjalanan dari Yogya ke Pantai Parangtritis lumayan jauh. Kurang lebih butuh waktu 45 menitan untuk bisa sampai disana. Jangan lupa pakai helm dan masker yaa.. hihi
Jangan mengeluh dulu dengan jauhnya perjalanan, karena perjalan yang dilewati juga asik dan nyaman. Tetap hati-hati yaa..



Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.
Baiklah, ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Suasana ini benar-benar romantis.. hehe
Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil atau membuat istana pasir juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.



Jangan lupa kembali ke kota Yogya dan menikmati perjalan malam yang epik. Pecah banget..
Banyak angkringan yang akan kita temui, suasana di sekitar Malioboro juga tak akan terlupakan. Rasanya tidak cukup jika hanya 3 hari disini. Kami ingin kembali dan menyusuri seluruh sudut kota Yogya yang Istimewa ini...

^_^

2 komentar: