Ekonometrika
Ekonometrika adalah ilmu sosial
yang merupakan integrasi dari teori ekonomi, matematika, dan statistika yang
bertujuan untuk menguji kebenaran teorema-teorema ekonomi yang berupa hubungan
antarvariabel ekonomi serta kuantitatif dengan menggunakan data empiris
(Setiawan & Kusrini, 2010). Nama “Ekonometri” diperkenalkan pada tahun 1926
oleh seorang pakar ekonomi dan statistik bangsa Norwegia, Ragnar Frisch. Bidang
ilmu yang melakukan evaluasi teori-teori ekonomi secara kuantitatif, disebut
ilmu ekonometrik. Dengan memanfaatkan ilmu ekonomi, matematik dan statistik,
ekonometri membuat hukum-hukum ekonomi teoritis tertentu menjadi nyata
(Sumodiningrat, 1994).
Peran
dari masing-masing bidang ilmu dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Teori
(ilmu) ekonomi berperan membuat hipotesis (pernyataan) yang umumnya bersifat
kualitatif mengenai hubungan antar variabel ekonomi berkaitan dengan fenomena
ekonomi yang dimodelkan.
2.
Matematika
(khususnya matematika ekonomi) berperan merumuskan teori ekonomi dalam bentuk
persamaan matematis tanpa verifikasi teori secara empiris.
3.
Statistika
berperan untuk mengumpulkan data empiris,
mengubah model matematika menjadi model ekonometrika, pengolahan data,
melakukan eliminasi terhadap parameter regresi (termasuk memilih metode
estimasi yang paling sesuai), dan melakukan pengujian hipotesis dan ketepatan
model.
Berdasarkan
hubungan-hubungan pada teori ekonomi, prosedur atau tahapan ekonometri meliputi
langkah-langkah sebagai berikut:
1)
Merumuskan
persamaan matematis yang menggambarkan hubungan antara berbagai variabel
ekonomi, seperti yang diterangkan oleh teori ekonomi (Spesifikasi).
2)
Merancang
metode dan prosedur berdasarkan teori statistik, untuk mendapatkan sampel yang
mewakili dunia nyata.
3)
Menyusun
metode penaksiran (estimasi) parameter hubungan-hubungan yang dilukiskan pada
langkah pertama (Penaksiran).
4)
Menyusun
metode (statistik) untuk keperluan pengujian validitas teori, dengan
menggunakan paramaeter-parameter yang telah didapat pada langkah ketiga
(Verifikasi).
5)
Mengembangkan
metode peramalan ekonomi ataupun implikasi kebijakan berdasarkan
parameter-parameter yang telah ditaksir (Aplikasi/Penerapan).
Tujuan-Tujuan Ekonometri
Ekonometri membantu dalam
mencapai tiga tujuan berikut:
1)
Analisis
Struktural
Ekonomotrika
harus mampu menunjukkan struktur hubungan antara variabel ekonomi yang mampu
menggambarkan perilaku fenomena ekonomi, serta menganalisis dan menguji teori ekonomi
berdasarkan data empiris.
2)
Peramalan
Dari
model structural, ekonometrika harus dapat digunakan untuk meramalkan berbagai
variabel ekonomi di masa mendatang. Syaratnya model harus valid.
3)
Evaluasi
Kebijakan
Model
ekonometrika dapat dgunakan untuk mengevaluasi dan merencanakan kebijakan.
Ekonometrika Spasial
Hukum pertama tentang georafi
dikemukakan oleh Tobler, menyatakan bahwa segala sesuatu saling berhubungan satu
dengan yang lainnya, tetapi sesuatu yang dekat lebih mempunyai pengaruh
daripada sesuatu yang jauh (Anselin, 1988). Sekumpulan teknik yang berhubungan
dengan kekhasan yang disebabkan oleh ruang dalam analisis statistik dari model
ilmu pengetahuan wilayah disebut sebagai ekonometrika spasial. Istilah
ekonometrik spasial pertama kali diperkenalkan oleh Jean Paelinck pada awal
1970-an untuk menunjukkan bentuk pertumbuhan dari literature ilmu wilayah yang
utamanya ditangani dengan estimasi dan pengujian terhadap masalah yang dihadapi
dalam pelaksanaan model ekonometrika multiregional.
Daftar pustaka:
Anselin,
L. (1988). Spatial Econometrics: Methods
and Models. Santa Barbara: Kluwer Academic Publishers.
Setiawan,
& Kusrini, D. E. (2010). Ekonometrika.
Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.
Sumodiningrat,
G. (1996). Pengantar Ekonometrika. Yogyakarta:
BPFE.