Jumat, 29 Juli 2016

Pengertian Ekonometrika



    Ekonometrika
Ekonometrika adalah ilmu sosial yang merupakan integrasi dari teori ekonomi, matematika, dan statistika yang bertujuan untuk menguji kebenaran teorema-teorema ekonomi yang berupa hubungan antarvariabel ekonomi serta kuantitatif dengan menggunakan data empiris (Setiawan & Kusrini, 2010). Nama “Ekonometri” diperkenalkan pada tahun 1926 oleh seorang pakar ekonomi dan statistik bangsa Norwegia, Ragnar Frisch. Bidang ilmu yang melakukan evaluasi teori-teori ekonomi secara kuantitatif, disebut ilmu ekonometrik. Dengan memanfaatkan ilmu ekonomi, matematik dan statistik, ekonometri membuat hukum-hukum ekonomi teoritis tertentu menjadi nyata (Sumodiningrat, 1994).
Peran dari masing-masing bidang ilmu dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Teori (ilmu) ekonomi berperan membuat hipotesis (pernyataan) yang umumnya bersifat kualitatif mengenai hubungan antar variabel ekonomi berkaitan dengan fenomena ekonomi yang dimodelkan.
2.      Matematika (khususnya matematika ekonomi) berperan merumuskan teori ekonomi dalam bentuk persamaan matematis tanpa verifikasi teori secara empiris.
3.      Statistika berperan untuk mengumpulkan data empiris, mengubah model matematika menjadi model ekonometrika, pengolahan data, melakukan eliminasi terhadap parameter regresi (termasuk memilih metode estimasi yang paling sesuai), dan melakukan pengujian hipotesis dan ketepatan model.
Berdasarkan hubungan-hubungan pada teori ekonomi, prosedur atau tahapan ekonometri meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1)        Merumuskan persamaan matematis yang menggambarkan hubungan antara berbagai variabel ekonomi, seperti yang diterangkan oleh teori ekonomi (Spesifikasi).
2)        Merancang metode dan prosedur berdasarkan teori statistik, untuk mendapatkan sampel yang mewakili dunia nyata.
3)        Menyusun metode penaksiran (estimasi) parameter hubungan-hubungan yang dilukiskan pada langkah pertama (Penaksiran).
4)        Menyusun metode (statistik) untuk keperluan pengujian validitas teori, dengan menggunakan paramaeter-parameter yang telah didapat pada langkah ketiga (Verifikasi).
5)        Mengembangkan metode peramalan ekonomi ataupun implikasi kebijakan berdasarkan parameter-parameter yang telah ditaksir (Aplikasi/Penerapan).
Tujuan-Tujuan Ekonometri
Ekonometri membantu dalam mencapai tiga tujuan berikut:
1)        Analisis Struktural
Ekonomotrika harus mampu menunjukkan struktur hubungan antara variabel ekonomi yang mampu menggambarkan perilaku fenomena ekonomi, serta menganalisis dan menguji teori ekonomi berdasarkan data empiris.
2)        Peramalan
Dari model structural, ekonometrika harus dapat digunakan untuk meramalkan berbagai variabel ekonomi di masa mendatang. Syaratnya model harus valid.
3)        Evaluasi Kebijakan
Model ekonometrika dapat dgunakan untuk mengevaluasi dan merencanakan kebijakan.

Ekonometrika Spasial
Hukum pertama tentang georafi dikemukakan oleh Tobler, menyatakan bahwa segala sesuatu saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi sesuatu yang dekat lebih mempunyai pengaruh daripada sesuatu yang jauh (Anselin, 1988). Sekumpulan teknik yang berhubungan dengan kekhasan yang disebabkan oleh ruang dalam analisis statistik dari model ilmu pengetahuan wilayah disebut sebagai ekonometrika spasial. Istilah ekonometrik spasial pertama kali diperkenalkan oleh Jean Paelinck pada awal 1970-an untuk menunjukkan bentuk pertumbuhan dari literature ilmu wilayah yang utamanya ditangani dengan estimasi dan pengujian terhadap masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan model ekonometrika multiregional.

Daftar pustaka:
Anselin, L. (1988). Spatial Econometrics: Methods and Models. Santa Barbara: Kluwer Academic Publishers.
Setiawan, & Kusrini, D. E. (2010). Ekonometrika. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.
Sumodiningrat, G. (1996). Pengantar Ekonometrika. Yogyakarta: BPFE.
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar