Metode Statistika
1. Perbedaan Statistik dan Statistika
Satatistik adalah kumapuan data ,
bilangan, maupun non bilangan yang disusun dalam bentuk tabel, diagram, atau
grafik yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan dan merupakan sumber
informasi.
Statistika adalah pengetahuan
yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, atau
penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan
analisis yang
dilakukan.
2. Pengertian metode statistika
Metode satatistika adalah
bagaimana cara-cara mengumpulkan data atau fakta, mengolah, menyajikan,
menganalisa dan penarika kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup
beralasan berdasarkan fakta dan penganalisisan yang dilakukan.
Contoh:
Seorang statistikawan ingin
meneliti apakah ada hubungan antara jumlah jam belajar mahasiswa dengan nilai
indeks prestasinya. Sesuai dengan kasus yang ingin ditelitimaka statistikawan
harus mengumpulkan data. Data yang dibutuhkan adalah berapa sampel mahasiswa
mengenai data jam belajar dan nilai IPK
masing-masing mahasiswa. Kemudian statistikawan harus menyebar angket kuisioner
guna memperoleh data. Setelah data diperoleh, maka data tersebut disusun dan
disajikan dalam tabel. Data tersebut dikelompokkan menjadi 2 variabel. Karen
ingin dilihat bagaimana pengaruh dari variabel 1 dan variabel 2, maka digunakan
metode analisis regresi sederhana. Maka data dianalisis, kemudian dari hasil
yang diperoleh ditarikkan kesimpulan. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh
maka dapat diperoleh beberapa keputusan dan pengetahuan.
Dalam metode statistika terdapat
jenis data atau skala data. Adapun jenis data terbagi 4 yaitu:
1. Skala
Nominal
2. Skala
Oridinal
3. Skala
interval
4. Skala
rasio
1. Skala
Nominal
Skala yang
diberikan pada suatu objek yang tidak menggambarkan kedudukan, kategori, dari
objek tersebut tetapi hanya sekedar label/kode saja.
Contoh : Laki-laki = 1
Perempuan = 2
Ciri-cirinya:
-
Kategori data saling bebas
-
Katgori data tidak disusun secara logis
2. Skala
Ordinal
Data yang
disusun secara berjenjang mulai dari tingakt terendah sampai tingkat tertinggi,
sebaliknya dengan jarak/ rentang yang tidak harus sama.
Contoh : SD = 1
SMP = 2
SMA = 3
3. Skala
Interval
Skala data di
mana objek dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, di mana
jarak/interval antara tiap objek sama.
Contoh :
STS TS N S SS
1 2 3 4 5
4. Skala
Rasio
Skala gabungan
dari ketiga skala sebelumnya. Skala rasio memiliki nilai nol mitlak dan datanya
dapat dikalikan atau dibagi. Akan tetapi jarak antara kategorinya tidak sama
karena bukan dibuat dalam rentang interval.
Contoh : Tinggi
badan 156 158 160 166
3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah totalitas semua
nilai yang mungkin, hsail menghitung maupun pengukuran, kuantitatif ataupun
kualitatif mengenai karakterisik tertentu dari semua anggota kumpulan yang
lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Sedangkan sampel adalah
sebagian data yang diambil dari populasi.
Ada dua fase dalam statistika,
yaitu fase statistik deskriptif dan fase statistika inferensia. Fase statistik
deskriptif adalah fase statistic yang hanya berusaha melukiskan dan
menganalisis kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan
tentang polulasi atau kelompok yang lebih besar. Fase statistic inferensia
adalah fase yang berhubungan dengan kondisi-kondisi di mana kesimpulan harus
diambil.
Dalam statistika inferensia
digunakan kerangka berfikir induktif. Statistika inferensi mencakup semua
metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data (sampel) untuk kemudian sampai
pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data
induknya(populasi). Yang dimaksud kerangka berfikir induktif adalah berdasarkan
sampel yang diperoleh diadakan pendugaan parameter, membuat hipotesis, serta
melakukan pengujian hipotesis tersebut sehingga sampai pada kesimpulan yang
berlaku umum.
Walaupun menggunakan kerangka
berfikir induktif namun dapat diakui secara ilmiah karena telah memenuhi uji
hipotesisdan dapat mewakili populasi.
Rumus umum yang sering digunakan
dalam metode statistika adalah sebagai berikut:
4. Pengujian Hipotesis
Hipotesis adalah asumsi atau
dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering
dituntut untuk melakukan pengecekannya. Setiap hipotesis bisa benar dan bisa
salah, dan karenanya perlu diadakan penelitian sebelum hipotesis itu diterima
atau ditolak. Langkah atau prosedur untuk menentukan apakah menerima atau
menolak hipotesis dinamakan pengujian hipotesis.
Dalam pengujian hipotesis
statistic dikenal kesalahan tipe I da kesalahan tipe II.
-
Kesalahan tipe I adalah jika kesimpulan
berdasarkan pada penolakan hipotesis yang benar
( yang seharusnya diterima).
- Kesalahan tipe II adalah jika kesimpulan
berdasarkan pada penerimaan hipotesis yang salah (yang seharusnya ditolak).
Kesalahan tipe I lebih krusial
diperhatikan karena ini dapat berakibat fatal bagi informasi.
Langkah-langkah
Pengujian Hipotesis
-
Tentukan model probabilitas yang cocok
dari data
-
Tentukan hipotesis H0 dan H1
-
Tentukan statistic Uji
-
Tentukan tingkat signifikan
-
Tentukan daerah kritik berdasarkan
tingkat signifikan
-
Hitung statistic penguji
-
Alternatif, hitung p-value berdasarkan
statistic pengujian
-
Ambil Kesimpulan
Peran hipotesis tandingan H1
dalam penentuan daerah krisis adalah sebagai berikut :
1. Uji
rata-rata : uji dua pihak
Misalnya kita
mempunyai sebuah populasi berditribusi normal dengan rata-rata
dan simpangan baku
. Akan diuji mengenai
parameter rata-rata
. Untuk itu seperti biasa
ambil sebuah sampel acak berukuran n, lalu hitunga statistic
dan s. Kita bedakan hal-hal berikut:
5 Guys Tagged "gum" - TITanium-ART
BalasHapus3 Guys Tagged titanium bicycle "gum" titanium joes · A short but successful Instagram post from titanium meaning the creator of T-Bone Ray and guitarist Dave Chappelle, titled titanium dioxide in food “gum." · A ffxiv titanium nugget YouTube video by