Sabtu, 23 Juli 2016

MERANTAU DAN PERJUANGAN MASUK ITS


Satu kata yang sering dijumpai dilingkungan anak kos adalah “merantau”. Sejak masuk kuliah aku sebenarnya sudah merantau. Merantau dari kota asalku Berastagi menuju kota pendidikanku Medan. Mungkin sebagian orang bilang ini bukan merantu namanya jika hanya 2 jam dari rumah dan setiap minggu bisa balik atau bahkan kapan kau ingin balik ke rumah engkau tinggal berangkat saja. Yah mungkin itu pendapat sebagian orang, tapi bagiku walaupun hanya 2 jam, jauh dari orangtua itu namanya tetap saja merantau.
Merantau itu ketika engkau berpisah dengan keluarga, hidup mandiri dan mulai menjalani hari-hari dengan orang –orang baru. Bagiku walaupun harus merantau ke kota Medan yang 2 jam dari rumah itu, namun sosok ibu atau keluarga selalu dekat. Karena mereka bisa datang kapan saja. Aku bersyukur karna masih diberi kesempatan bisa belajar di sini dan masih bisa berjumpa dengan keluarga khususnya orang tua kapan saja. Walaupun seminggu sekali.
Kehidupanku yang baru sebenarnya benar-benar nyata adalah ketika aku lulus D3. Sejak sebelum lulus juga aku sudah memikirkan hal ini dengan matang, meminta ijin orantua dan keluarga. Walaupun untuk mendapatkan ijin dari orangtua harus dengan sabar dan berjuang untuk bisa membuat mereka mengerti. Kehidupan merantau yang sebenarnya adalah merantau melanjutkan study di ITS Surabaya. Ini adalah makna merantau sesungguhnya bagiku.
Aku sangat berkengininan keras untuk bisa melanjutkan studi statistika ku di ITS. Dari pengalaman senior dan juga dukungan mereka di sekitar ku. Walaupun resiko mungkin lebih besr, tapi aku selalu yakin kalau semua pasti ada jalan. Asalkan kita selalu dekat dan mengingat Allah dimana pun kita berada. Semua ini adalah kepunyaan-Nya.
Alahamdulilah ITS mengumumkan bahwa kampus membuka pendaftaran lintas jalur untuk jurusan Statistika. Walaupun jika di flashback perjuangan untuk bisa ke ITS ini sangat berat dan penuh dengan perjuangan dan kesabaran.
Banyak sekali cobaan yang aku dapatkan selama proses menunggu pendaftaran, mulai dari isu yang menyatakan bahwa ITS tahun ini tidak buka pendaftran, hingga ITS menerapkan system baru yaitu lintas jalur namun ke D4 bukan S1. Aku sempat tekejut, dan bersedih berminggu-minggu. Seolah hilang harapan untuk meraih mimpi-mimpi. Aku sempat murung dan walaupun sewaktu-waktu aku selalu mencoba tegar, namun tetap saja aku tidak bisa lama menahan nya dan akan kembali menangis. Mungkin ini bodoh namun itulah yang aku rasakan, Kesedihan yang belum pernah aku alamai sebelumnya.
Tapi alhamdulilah semua berlalu dengan rasa sabar.  Mungkin selama ini aku telah menjalai setiap proses dengan lancar, sehingga saat-saat masuk ITS adalah suatu pengalaman baru yang sangat menguji mental dan kesabaran.
Sebulan sebelum dibukanya pendaftaran di web, akhirnya aku mendapat kepastian bahwa ITS membuka pendaftaran untuk lintas jalur ke-S1. Dan yang membuat rasa syukur semakin mendalam adalah bahwa pembayaran uang kuliahnya mulai tahun ini tidak perlu membayar uang pembangunan di awal. Pendaftar yang dinyatakan lolos hanya perlu membayar uang UKT untuk semester pertama saja di awal. Ini membuat aku semakin percaya bahwa disetiap cobaan pasti ada hikmah yang terbaik buat kita.
Persiapan belajar sudah jauh sejak dinyatakan lulus D3 USU hingga pendaftaran dibuka, namun semangat sempat meredup sejak aku mendengar kabar mengenai ITS yang tidak membuka LJ. Namun sejak aku mendapat kepastian lagi alhamdulilah Allah memberi semangat yang lebih besar lagi. Semangat belajar ini memang selalu terniang mengingat proses seleksi masuk lintas jalur ITS pun sangat sulit.
Kita bersanging dengan lulusan D3 ITS sendiri yang tentunya sudah memiliki basic dan ilmu lebih banyak dari ITS, teman-teman dari Padang dan juga teman-teman dari USU sendiri. Namun demikian aku beserta teman-teman dari USU selalu kompak belajar bersama dan saling mendoakan agar kami semua bisa lulus dan masuk ITS.

Tes Tertulis
Hari H ujian tiba, ujian dilakukan dengan pengawasan ketat, dimana ujian dilaksanakan selama 3 hari dengan jumlah mata kuliah yang diujikan sebanyak 6 matkul, antara lain kalkulus, aljabar linier, analisis regresi, metode sataistika, Statistika Matematika dan metode hitung peluang. Alhamdulilah tes berjalan lancar. Jelang 3 hari kemudian adalah pengumuman lulus atau tidaknya.

Pengumuman
Kebetulan aku sudah pesan tiket kereta api pulang ke Tegal, sempat galau apakah harus menunggu pengumuman yang ternyata hingga siang belum diumumkan padahal aku harus pulang pagi. Aku sempat minta pendapat di jurusan apakah aku harus menunggu atau boleh pulang. Ternyata keputusan ini sulit namun aku memutuskan untuk pulang dulu, toh pendaftran ulang dilakukan sebulan setelah pengumuman. Masalah utama adalah teman-teman memiliki alternative jika ternyata tidak lulus akan mengikuti jalur mandiri yang mana harus daftar kembali pada hari setelah pengumuman itu juga. Sementara untuk itu aku tidak memiliki plan mengingat tentu biaya yang lebih mahal. Namun jika aku pulang dan ternyata tidak lulus maka aku akan kehilangan kesempatan untuk melanjutkan studi di ITS tahun ini.
Dengan bismillah, maka aku yakin dan putuskan bahwa aku harus pulang apapun yang terjadi. Dengan rasa cemas aku menuju stasiun kereta Pasar Turi bersama ibu. Tak lama kemudian telfon ku berdering. Ternyata Nana menghubungi ku. Kebetulan aku sedang siap-siap memasuki gerbong kereta. Agak samar-samar aku mendengar suara nana, namun dengan jelas aku mendengar bahwa ternyata aku dinyatakan “lulus” di ITS. Dengan rasa terharu aku langsung mengucap syukur dan berdoa saat itu juga. Alhamdulikah ternyata doa ku selama ini dan tentu doa ibu, keluarga telah dikabulkan oleh ALlah SWT. Alhamdulilah kami dari Medan lulus semua, sementara ada banyak juga teman-teman yang tidak lulus dan mengambil jalur mandiri. Tentu ini bukan karena kekuatan kami, tapi karena pertolongan dari Allah SWT dan doa ibu yang selalu aku lihat siang dan malam. Makasi ya Allah..

Pendaftaran Ulang dan Wawancara
Setelah dinyatakan lulus, kemudian daftar ulang dan kami menjalani tes wawancara. Ternyata pada tes ini kemungkinan untuk tidak lulus itu ada. Maka dari itu tahap ini juga sangat menentukan. Wawancara ditanyakan seputar tugas akhir kita sewaktu D3, beberapa teori statistika, keluarga dan prestasi yang telah kita raih. Kebetulan aku dapat dosen penguji/ pewawancara adalah Bapak Mashuri selaku ketua jurusan statistika ITS. Satu pertanyaan yang selalu aku ingat adalah “apakah kamu tidak takut dan siap merantau, jauh dari keluarga, hidup dan berjuang di ITS?”

“InshaALLAH saya siap Bapak, saya akan berjuang karena memang niat saya kesini adalah belajar Bapak, inshaAllah saya tidak takut”.
Alhamdulilah sekali lagi aku dan teman-teman dari Medan dinyatakan lulus. Dan perjuangan pun dimulai… :D
^_^

Sebagai bahan referensi berikut contoh soal masuk tes Lintas Jalur Statistika ITS.

https://drive.google.com/open?id=1UJlEmv-kxN1MAJkJh0w53iN2fqtOvGh6


Semoga bermanfaat..


9 komentar:

  1. kak saya mau nanya2 tentang lintas jalur di its, boleh minta kontak line atau whatsapp atau yang lainnya kak? mohon dibalas ya kakkkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. dek, bisa kirim k email kakak ya, wahyu.handayani4@gmial.com
      maaf slow respon ya..

      Hapus
  2. kak minta soal tes lintas jalur dong

    BalasHapus
  3. kak boleh nanya222 ttg lj di ITS gk?hehe

    BalasHapus
  4. mbak sekarang semester brapa?di statistik ITS
    no.W.A brapa?

    BalasHapus
  5. Kak. Mau nanya nie.. Kuliah lintas jalur di ITS nie kuliah nya pagi apa malam ya kak

    BalasHapus