Satu kata yang sering dijumpai
dilingkungan anak kos adalah “merantau”. Sejak masuk kuliah aku sebenarnya
sudah merantau. Merantau dari kota asalku Berastagi menuju kota pendidikanku
Medan. Mungkin sebagian orang bilang ini bukan merantu namanya jika hanya 2 jam
dari rumah dan setiap minggu bisa balik atau bahkan kapan kau ingin balik ke
rumah engkau tinggal berangkat saja. Yah mungkin itu pendapat sebagian orang,
tapi bagiku walaupun hanya 2 jam, jauh dari orangtua itu namanya tetap saja
merantau.
Merantau itu ketika engkau
berpisah dengan keluarga, hidup mandiri dan mulai menjalani hari-hari dengan
orang –orang baru. Bagiku walaupun harus merantau ke kota Medan yang 2 jam dari
rumah itu, namun sosok ibu atau keluarga selalu dekat. Karena mereka bisa
datang kapan saja. Aku bersyukur karna masih diberi kesempatan bisa belajar di
sini dan masih bisa berjumpa dengan keluarga khususnya orang tua kapan saja.
Walaupun seminggu sekali.
Kehidupanku yang baru sebenarnya
benar-benar nyata adalah ketika aku lulus D3. Sejak sebelum lulus juga aku
sudah memikirkan hal ini dengan matang, meminta ijin orantua dan keluarga. Walaupun
untuk mendapatkan ijin dari orangtua harus dengan sabar dan berjuang untuk bisa
membuat mereka mengerti. Kehidupan merantau yang sebenarnya adalah merantau
melanjutkan study di ITS Surabaya. Ini adalah makna merantau sesungguhnya
bagiku.
Aku sangat berkengininan keras
untuk bisa melanjutkan studi statistika ku di ITS. Dari pengalaman senior dan
juga dukungan mereka di sekitar ku. Walaupun resiko mungkin lebih besr, tapi
aku selalu yakin kalau semua pasti ada jalan. Asalkan kita selalu dekat dan
mengingat Allah dimana pun kita berada. Semua ini adalah kepunyaan-Nya.
Alahamdulilah ITS mengumumkan
bahwa kampus membuka pendaftaran lintas jalur untuk jurusan Statistika.
Walaupun jika di flashback perjuangan untuk bisa ke ITS ini sangat berat dan
penuh dengan perjuangan dan kesabaran.
Banyak sekali cobaan yang aku
dapatkan selama proses menunggu pendaftaran, mulai dari isu yang menyatakan
bahwa ITS tahun ini tidak buka pendaftran, hingga ITS menerapkan system baru
yaitu lintas jalur namun ke D4 bukan S1. Aku sempat tekejut, dan bersedih berminggu-minggu.
Seolah hilang harapan untuk meraih mimpi-mimpi. Aku sempat murung dan walaupun
sewaktu-waktu aku selalu mencoba tegar, namun tetap saja aku tidak bisa lama
menahan nya dan akan kembali menangis. Mungkin ini bodoh namun itulah yang aku
rasakan, Kesedihan yang belum pernah aku alamai sebelumnya.
Tapi alhamdulilah semua berlalu
dengan rasa sabar. Mungkin selama ini
aku telah menjalai setiap proses dengan lancar, sehingga saat-saat masuk ITS
adalah suatu pengalaman baru yang sangat menguji mental dan kesabaran.
Sebulan sebelum dibukanya
pendaftaran di web, akhirnya aku mendapat kepastian bahwa ITS membuka
pendaftaran untuk lintas jalur ke-S1. Dan yang membuat rasa syukur semakin
mendalam adalah bahwa pembayaran uang kuliahnya mulai tahun ini tidak perlu
membayar uang pembangunan di awal. Pendaftar yang dinyatakan lolos hanya perlu
membayar uang UKT untuk semester pertama saja di awal. Ini membuat aku semakin
percaya bahwa disetiap cobaan pasti ada hikmah yang terbaik buat kita.
Persiapan belajar sudah jauh
sejak dinyatakan lulus D3 USU hingga pendaftaran dibuka, namun semangat sempat
meredup sejak aku mendengar kabar mengenai ITS yang tidak membuka LJ. Namun
sejak aku mendapat kepastian lagi alhamdulilah Allah memberi semangat yang
lebih besar lagi. Semangat belajar ini memang selalu terniang mengingat proses
seleksi masuk lintas jalur ITS pun sangat sulit.
Kita bersanging dengan lulusan D3
ITS sendiri yang tentunya sudah memiliki basic dan ilmu lebih banyak dari ITS,
teman-teman dari Padang dan juga teman-teman dari USU sendiri. Namun demikian
aku beserta teman-teman dari USU selalu kompak belajar bersama dan saling
mendoakan agar kami semua bisa lulus dan masuk ITS.
Tes Tertulis
Tes Tertulis
Hari H ujian tiba, ujian
dilakukan dengan pengawasan ketat, dimana ujian dilaksanakan selama 3 hari
dengan jumlah mata kuliah yang diujikan sebanyak 6 matkul, antara lain
kalkulus, aljabar linier, analisis regresi, metode sataistika, Statistika
Matematika dan metode hitung peluang. Alhamdulilah tes berjalan lancar. Jelang
3 hari kemudian adalah pengumuman lulus atau tidaknya.
Pengumuman
Pengumuman
Kebetulan aku sudah pesan tiket
kereta api pulang ke Tegal, sempat galau apakah harus menunggu pengumuman yang
ternyata hingga siang belum diumumkan padahal aku harus pulang pagi. Aku sempat
minta pendapat di jurusan apakah aku harus menunggu atau boleh pulang. Ternyata
keputusan ini sulit namun aku memutuskan untuk pulang dulu, toh pendaftran
ulang dilakukan sebulan setelah pengumuman. Masalah utama adalah teman-teman
memiliki alternative jika ternyata tidak lulus akan mengikuti jalur mandiri
yang mana harus daftar kembali pada hari setelah pengumuman itu juga. Sementara
untuk itu aku tidak memiliki plan mengingat tentu biaya yang lebih mahal. Namun
jika aku pulang dan ternyata tidak lulus maka aku akan kehilangan kesempatan
untuk melanjutkan studi di ITS tahun ini.
Dengan bismillah, maka aku yakin
dan putuskan bahwa aku harus pulang apapun yang terjadi. Dengan rasa cemas aku
menuju stasiun kereta Pasar Turi bersama ibu. Tak lama kemudian telfon ku berdering.
Ternyata Nana menghubungi ku. Kebetulan aku sedang siap-siap memasuki gerbong
kereta. Agak samar-samar aku mendengar suara nana, namun dengan jelas aku
mendengar bahwa ternyata aku dinyatakan “lulus” di ITS. Dengan rasa terharu aku
langsung mengucap syukur dan berdoa saat itu juga. Alhamdulikah ternyata doa ku
selama ini dan tentu doa ibu, keluarga telah dikabulkan oleh ALlah SWT.
Alhamdulilah kami dari Medan lulus semua, sementara ada banyak juga teman-teman
yang tidak lulus dan mengambil jalur mandiri. Tentu ini bukan karena kekuatan
kami, tapi karena pertolongan dari Allah SWT dan doa ibu yang selalu aku lihat
siang dan malam. Makasi ya Allah..
Pendaftaran Ulang dan Wawancara
Setelah dinyatakan lulus, kemudian daftar ulang dan kami menjalani tes wawancara. Ternyata pada tes ini kemungkinan untuk tidak lulus itu ada. Maka dari itu tahap ini juga sangat menentukan. Wawancara ditanyakan seputar tugas akhir kita sewaktu D3, beberapa teori statistika, keluarga dan prestasi yang telah kita raih. Kebetulan aku dapat dosen penguji/ pewawancara adalah Bapak Mashuri selaku ketua jurusan statistika ITS. Satu pertanyaan yang selalu aku ingat adalah “apakah kamu tidak takut dan siap merantau, jauh dari keluarga, hidup dan berjuang di ITS?”
“InshaALLAH saya siap Bapak, saya akan berjuang karena memang niat saya kesini adalah belajar Bapak, inshaAllah saya tidak takut”.
Alhamdulilah sekali lagi aku dan
teman-teman dari Medan dinyatakan lulus. Dan perjuangan pun dimulai… :D
^_^
Sebagai bahan referensi berikut contoh soal masuk tes Lintas Jalur Statistika ITS.
https://drive.google.com/open?id=1UJlEmv-kxN1MAJkJh0w53iN2fqtOvGh6
Semoga bermanfaat..
Sebagai bahan referensi berikut contoh soal masuk tes Lintas Jalur Statistika ITS.
https://drive.google.com/open?id=1UJlEmv-kxN1MAJkJh0w53iN2fqtOvGh6
Semoga bermanfaat..
kak saya mau nanya2 tentang lintas jalur di its, boleh minta kontak line atau whatsapp atau yang lainnya kak? mohon dibalas ya kakkkkk
BalasHapusdek, bisa kirim k email kakak ya, wahyu.handayani4@gmial.com
Hapusmaaf slow respon ya..
kak minta soal tes lintas jalur dong
BalasHapusboleh, emailnya apa dek?
Hapuscahyasaqti@gmail.com kak
Hapuskak boleh nanya222 ttg lj di ITS gk?hehe
BalasHapusmbak sekarang semester brapa?di statistik ITS
BalasHapusno.W.A brapa?
Kak. Mau nanya nie.. Kuliah lintas jalur di ITS nie kuliah nya pagi apa malam ya kak
BalasHapusbiasanya kelas sore sampai malam dek..
Hapus